Pinrangkab.go.id – Persiapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak tahun 2024 telah memasuki tahap akhir pada H minus satu, Selasa (13/2).

Tidak ketinggalan, kesiapan bidang Kesehatan yang termasuk sektor yang perlu diperhatikan dalam perhelatan pesta demokrasi ini juga telah dipersiapkan dengan maksimal.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang drg.Dyah Puspita Dewi yang ditemui usai menerima Tim Pemantau dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dimpin oleh Asisten II Sekretariat Daerah provinsi Sulawesi Selatan.

Dyah mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang telah membentuk 127 posko Kesehatan yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Pinrang.

Posko ini, lanjutnya, terdiri dari Posko Induk di Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, 3 Rumah Sakit Rujukan 1 diantaranya RSU Aisyiyah yang merupakan RSU Swasta yang ikut berperan dalam kegiatan ini, Mobile Posko Kesehatan dari Tim PSC 119, 13 Posko di Kecamatan dimana ada 1 kecamatan dengan 2 buah posko karena faktor kondisi geografis dan 109 Posko Desa / Kelurahan.

Terkait tenaga medis yang akan bertugas di posko Kesehatan ini, lanjut Dyah, Pemerintah Kabupaten pinrang akan menerjunkan 771 orang tenaga Kesehatan yang terdiri dari 31 orang dokter, 334 orang bidan, 298 Perawat, 23 apoteker dan 151 tenaga pendukung Kesehatan lainnya.

“Hari ini kami lakukan pemeriksaan Kesehatan bagi para petugas TPS dan pemberian vitamin agar mereka fit dalam bertugas” ujar Dyah.

Sementara terkait waktu ketersediaan posko, Dyah mengungkapkan bahwa, untuk posko di Desa / Kelurahan akan terus melakukan pemantauan Kesehatan dari hari pelaksanaan Pemilu hingga H plus 2 sementara untuk posko Kecamatan dan Kabupaten akan terus standby hingga tanggal 29 Februari.

Selain menyiapkan posko Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang juga telah melakukan upaya promotif preventif dengan menggelar kegiatan senam bersama para petugas TPS di 12 Kecamatan 2 kali di awal bulan Februari.

Dyah berharap, dengan adanya posko Kesehatan serta kegiatan promotif preventif ini dapat meminimalisir kejadian pada 5 tahun lalu dimana banyak petugas yang kelelahan hingga jatuh sakit dan meninggal dunia.(*/)