Profil Pinrang

Letak dan Luas :

Kabupaten Pinrang adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis Kabupaten Pinrang terletak antara 43 10’30” - 30 19’30” lintang utara dan 119 26’30” - 119 47’20” bujur timur. Luas wilayah Kabupaten Pinrang adalah 1.961,77 Kms atau 3,15 % dari luas wilayah Sulawesi Selatan, terdiri dari 12 Kecamatan, 39 Kelurahan dan 65 Desa. Dengan batas wilayah Administratif :


Utara     = Kabupaten Tana Toraja

Selatan  = Kotamdaya Parepare

Barat     = Kabupaten Polman dan Selat Makassar

Timur    = Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Sidrap

 

Topografi :

Kondisi topografi di wilayah Kabupaten Pinrang bervariasi dari kondisi datar hingga curam, yang meliputi tiga dimensi kewilayahan; dataran rendah, laut dan dataran tinggi. Kecamatan Patampanua, Watang Sawitto dan Tiroang, topografinya sebagian besar terdiri dari tanah datar. Kecamatan yang memiliki pantai masing- masing ; Kec.Suppa, Mattiro Sompe, Lanrisang & Cempa, dengan Garis Pantai sepanjang 93 Km. sedangkan Kecamatan yang mempunyai topografi berbukit dan bergunung adalah Kec.Lembang, Duampanua & Batulappa. Ketinggian Wilayah 0 —500 m diatas permukaan Laut (60,41 %), Ketinggian 500 —1000 m diatas permukaan Laut (19,69 %) dan Ketinggian 1000 m diatas permukaan (9,90 %) Berdasarkan Struktur Perekonomiannya, Kabupaten Pinrang merupakan daerah agraris dengan berbagai potensi pertanian yang dimiliki, dengan rincian sebagai berikut :

a Areal Pemukiman :  508.2 Ha 2.58 %
b Areal Sawah :  50,459.2 Ha 25.72 %
c Areal Perkebunan Campur :  9,346.4 Ha 4.76 %
d Areal Lahan Kosong :  16,178.5 Ha 8.25 %
e Areal Semak Belukar :  42,380.4 Ha 21.6 %
f Areal Ladang / Tegalan :  15,929.8 Ha 8.12 %
g Areal Perkebunan :  8,387.1 Ha 4.28 %
h Areal Hutan :  30,399.7 Ha 15.5 %
i Areal Tambak :  15,528.7 Ha 7.92 %
j Areal Mangrove :  50.7 Ha 0.03 %
k Areal Sungai :  2,132.9 Ha 1.09 %
l Lain lain :  315.5 Ha 0.16 %

 


Iklim dan Curah Hujan :

Tipe Iklim di wilayah ini termasuk tipe B dan C dimana musim hujan terjadi pada Bulan November hingga Juni  dan sebaliknya musim kemarau terjadi pada Bulan Agustus hingga Bulan September.  Secara umum curah hujan terjadi cukup tinggi dan sangat dipengaruhi angin musiman. Di wilayah ini terdapat 5 (lima) stasiun curah hujan antara lain : stasiun curah hujan dengan periode pengamatan 30 tahun, stasiun curah hujan lainnya dengan pengamatan rata rata baru 12 tahun. Stasiun curah hujan ini terletak di Malimpung, Langnga, Benteng dan Lasape.

 

Hidrologi :


Kabupaten Pinrang sebagai wilayah strategis pengembangan Kawasan Agrobisnis yang didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Air yang melimpah. Dimana Wilayah Kabupaten Pinrang dilalui Daerah Aliran Sungai yang besar yakni DAS Sungai Saddang yang berhulu dipegunungan Tana Toraja, mengalir melewati wilayah Mamasa melalui Enrekang dan Pinrang hingga akhirnya bermuara di Selat Makassar.

 

Kependudukan :


Berdasarkan Data BPS Tahun 2010, Penduduk Kabupaten Pinrang berjumlah : 350.928 Jiwa dengan komposisi laki-laki 170.133 Jiwa dan Perempuan 180.795 Jiwa dengan sex ratio 94%, tingkat kepadatan Penduduk mencapai 172 Jiwa/km2. Dilihat dari komposisi kelompok umur, penduduk Kabupaten Pinrang terdiri dari 37.46 % usia anak anak (0-14 tahun), usia remaja (15-19 tahun), 28.51 % usia muda (20-39 tahun), dan 23.89 % usia tua dan lansia (40 tahun atau lebih).

 

Kondisi Sosial Budaya :


Aspek Sosial Budaya dalam konteks ini meliputi antara lain kondisi objektif masyarakat Kabupaten Pinrang khususnya keadaan tingkat Pendidikan, Kesehatan, Tradisi yang masih hidup dan beraar pada kearifan lokal, agama dan etnik. Disamping itu akan coba digambarkan pula kondisi kemiskinan, fenomena angkatan kerja dn pola interaksi masyarakat, khususnya setelah globalisasi menabrak hampir diseluruh struktur kehidupan masyarakat.

Penduduk Kabupaten Pinrang adalah masyarakat yang majemuk diihat dari aspek agama dan keyakinan mereka. Potret penduduk menurut pemeluk agama dan keyakinan berdasarkan hasil sensus peduduk 2010 menunjukkan bahwa penduduk yang beragama Islam sebanyak 330.440, Protestan 4.862, Katolik 5536, Hindu - Budha 653, dan Lainnya 587. Gambaran penduduk tersebut yang dipertegas dengan rumah rumah Ibadah masyarakat yang beragam. Disamping itu keanekaragaman pemeluk agama penduduk kabupaten Pinrang juga memiliki kemajemukan etnik atau suku bangsa dan budaya.