Skip to content
Galeri Foto dan Peta
Anda disini: Beranda
Sekretaris Kementerian BUMN Republik Indonesia, DR. Ir. Said Didu, menemui langsung sejumlah masyarakat penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di wilayah Kecamatan Mattiro Sompa Pinrang, beberapa hari lalu.

KABUPATEN PINRANG DALAM ANGKA 2008

Drs. H. A. Nawir. M. SiBuku ini merupakan kumpulan data Statistik yang setiap tahun diterbitkan oleh Badan Pusat Kabupaten Pinrang bekerjasama dengan Bapeda Kabupaten Pinrang. Data yang dimuat dalam buku ini, bersumber dari segenap instansi, dinas, lembaga pemerintah dan swasta dalam wilayah Kabupaten Pinrang...
+ Selengkapnya
PENDISTRIBUSIAN SECARA SIMBOLIS GAS ELPIJI 3 KG
Rabu, 21 Juli 2010

Pendistribusian Gas elpiji 3 kg secara simbolis oleh Bupati Pinrang H.A Aslam Patonangi
didampingi dari pihak Pertamina dan konsultan di Aula Kantor Bupati Pinrang, Selasa 20 Juli 2010, dihadiri Unsur Muspida dan pejabat terkait.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Energi dan Mineral Kabupaten Pinrang, Ir H Armin Sanusi.MP dalam laporannya mengatakan bahwa, sosialisasi dan pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg dibagikan secara gratis ke masyarakat. Kriteria penerima yakni rumah tangga usaha mikro, penduduk legal setempat dibuktikan dengan KTP dan KK, pengguna minyak tanah murni, pengeluaran rutin rumah tangga perbulan lebih kecil Rp 1,5 juta serta usaha mikro.Armin mengungkap, berdasarkan hasil pendataan pencatatan yang telah diverifikasi, penerima paket perdana konversi di Kabupaten Pinrang sebanyak 90.199 paket. Rinciannya, 88.3888 kepala keluarga dan 1.811 UKM dari dua belas kecamatan di Pinrang.Namun paling banyak mendapat jatah konversi yakni Kecamatan Wattang Sawitto sebanyak 11.174 KK dan Kecamatan Duampanua sebanyak 10.342 KK. Sebelum dilakukan pendistribusian, Disperindag telah melakukan sosialisasi 12-13 April secara serentak di 12 kecamatan. Disusul pendataan/pencacahan serta verifikasi selama satu bulan.

 Bupati Pinrang, HA Aslam Patonangi dalam arahannya mengatakan bahwa program ini merupakan kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji. Sebab hal itu sudah teruji 43,5 persen penghematan dari total belanja rumah tangga. "Kenapa terlambat kita lakukan dibanding daerah lain dan kasus di daerah lain merupakan pengalaman dan menjadi pelajaran disebabkan adanya sejumlah insiden. Olehnya itu, dalam pendistribusian nanti semua pihak berkewajiban mengawasi dan mengamankan. Untuk itu, diharapkan pendataan yang sudah dilakukan masih perlu dicek kebenarannya agar memenuhi rasa keadilan. Mereka yang menerima adalah yang betul-betul berhak. Selain itu juga diharapkan kepada agen minyak tanah yang selama ini melakukan aktifitas memberikan pelayanan terhadap masyarakat sebaiknya dipertahankan menjadi agen gas elpiji

 
Pinrang di Google Maps

Jam

Taut Penting

www.sulsel.go.id
www.bps.go.id/~sulsel/

Pencarian

Isi Buku Tamu

Pengunjung Online

Saat ini ada 6 tamu online

Login Admin






Kata Sandi hilang?